← Semua proyek
Sistem cerdas logistik maritim

OptiCargo.

Sistem pendukung keputusan logistik maritim yang menggabungkan pencocokan kargo, konteks pelayaran, dan pencarian dokumen untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat ditinjau operator.

Status saat iniDalam pengembangan; baseline ML sintetis
Fokus teknisPython · LangGraph · Neo4j · Qdrant · Redis
RepositoryGitHub ↗
CONDITIONAL INTELLIGENCE
CONDITIONAL INTELLIGENCECabang mengikuti intent. Regulasi memakai retrieval; matching juga memakai graph dan optimasi. Transaksi tetap pada Gateway.GatewayBusiness authorityIntent routingAgents · workflowGraph + MLMatching / routeCited retrievalRegulation / matchingGuarded synthesisConstraints · abstentionGateway responseHuman confirmation
Abstraksi arsitektur · bukan eksekusi langsung

Cabang mengikuti intent. Regulasi memakai retrieval; matching juga memakai graph dan optimasi. Transaksi tetap pada Gateway.

ARSITEKTUR SISTEM

Dari konteks operasional ke rekomendasi

  • Alur analisis sesuai jenis kebutuhan
  • Konteks graph dan rujukan dokumen pendukung
  • Batas operasional dan konfirmasi pengguna
Dokumentasi teknis ↗

Ringkasan

OptiCargo adalah proyek sistem pendukung keputusan untuk logistik maritim. Sistem ini menghubungkan informasi kargo, kapasitas kapal, rute pelayaran, permintaan, dan dokumen operasional agar pengguna dapat meninjau pilihan dengan konteks yang lebih lengkap.

Fokus pengembangannya adalah menyusun rekomendasi yang dapat dijelaskan: alasan kecocokan kargo dapat ditelusuri, batas operasional tetap diperiksa, dan informasi regulasi disertai rujukan. Keputusan transaksi tetap berada pada pengguna melalui layanan bisnis.

Latar belakang dan tujuan

Perencanaan pengiriman melibatkan informasi dari beberapa sumber. Kapal yang tersedia belum tentu memiliki kapasitas yang sesuai; rute yang memungkinkan belum tentu cocok dengan kebutuhan komoditas; dan keputusan tertentu memerlukan pemeriksaan aturan operasional.

OptiCargo menyatukan proses tersebut untuk mendukung:

  • Pencarian kargo yang sesuai dengan konteks pelayaran.
  • Peninjauan rute, kapasitas, lokasi, dan kandidat pemasok.
  • Pencarian informasi operasional atau regulasi beserta dokumen pendukung.
  • Analisis permintaan dan indikasi anomali untuk membantu peninjauan operator.

Arsitektur sistem

Gateway menjadi penghubung antara antarmuka pengguna dan layanan internal. Gateway menangani autentikasi, otorisasi bisnis, penyimpanan transaksi, booking, pembayaran, audit, dan hasil rekomendasi.

Komponen pendukungnya memiliki tanggung jawab terpisah:

  • Agents dengan LangGraph: menentukan jenis kebutuhan dan mengoordinasikan langkah analisis.
  • Knowledge graph dengan Neo4j: menyediakan konteks kapal, pelabuhan, rute, pelayaran, pemasok, dan komoditas.
  • Layanan machine learning: menyediakan scoring kecocokan, peramalan permintaan, dan deteksi anomali.
  • Pipeline RAG dengan Qdrant: mencari informasi pendukung pada dokumen yang telah diindeks.
  • Redis dan penyimpanan objek: mendukung pemrosesan event, ingestion dokumen, dan pengelolaan artefak.

PostgreSQL mempertahankan data bisnis sebagai sumber utama. Graph merupakan representasi untuk kebutuhan pencarian dan analisis yang dapat dibangun kembali.

Alur analisis berdasarkan kebutuhan

Sistem memilih langkah sesuai jenis permintaan:

KebutuhanProses utama
Pencocokan kargoKonteks graph, optimasi, pencarian bukti, dan penyusunan rekomendasi
Peninjauan ruteKonteks graph dan informasi pendukung
Informasi regulasiPencarian dokumen dan jawaban dengan rujukan
Analisis operasionalPengambilan konteks graph dan penyusunan ringkasan
Permintaan belum jelasKlarifikasi kebutuhan pengguna

Alur kondisional ini membatasi pemanggilan layanan pada proses yang relevan. Hasil analisis dikembalikan ke Gateway untuk disimpan atau ditinjau lebih lanjut.

Pengelolaan data dan dokumen

Dokumen operasional melalui pemeriksaan checksum, parsing, pembagian teks, embedding, dan pengindeksan. Hasil pencarian mempertahankan identitas dokumen, judul, versi, halaman, dan kutipan yang mendukung jawaban.

Pembaruan graph menggunakan event dengan deduplikasi, percobaan ulang terbatas, serta penanganan event gagal. Rekonsiliasi membantu memeriksa kesesuaian representasi graph dengan data bisnis asal.

Pendekatan ini mendukung penelusuran rekomendasi dan mengurangi ketergantungan pada satu keluaran model yang tidak memiliki konteks pendukung.

Pengendalian rekomendasi

Batas wajib, seperti kecocokan kapasitas dan ketentuan operasional, diperiksa sebelum kandidat diberi peringkat. Model bahasa tidak dapat mengubah batas tersebut.

Jika layanan ML gagal, sistem dapat menggunakan heuristik yang ditandai dengan jelas. Ketika graph atau bukti regulasi yang diperlukan tidak tersedia, sistem mengembalikan keterbatasan analisis agar operator tidak menerima rekomendasi seolah-olah lengkap.

Booking dan pembayaran tetap memerlukan konfirmasi melalui Gateway. Layanan analisis tidak memperoleh kewenangan transaksi langsung.

Hasil pengembangan dan evaluasi

Pengembangan mencakup workflow kondisional, kontrak data antar layanan, graph untuk konteks operasional, ingestion dokumen, retrieval dengan rujukan, dan baseline machine learning.

Baseline ML awal menggunakan data sintetis. Hasilnya berguna untuk memeriksa pipeline dan perilaku model pada pola yang dirancang. Efektivitas pada operasi pelayaran nyata masih memerlukan data lapangan dan evaluasi terpisah.

Rancangan pengujian mencakup kontrak layanan, integrasi, ketahanan terhadap kegagalan dependency, kualitas retrieval, konsistensi rujukan, dan kepatuhan terhadap batas operasional.

Status dan pengembangan berikutnya

OptiCargo masih dalam pengembangan. Prioritas berikutnya adalah validasi dengan data operasional yang disetujui, kalibrasi rekomendasi per rute, pengujian bersama operator, serta pemantauan perubahan distribusi data.

Penerapan lapangan juga memerlukan peninjauan kualitas dokumen, kesiapan infrastruktur, dan evaluasi rekomendasi terhadap keputusan serta outcome nyata.

Kode dan dokumentasi

Fokus pengembangan

Fokus studi kasus mencakup orkestrasi layanan, konteks operasional berbasis graph, baseline machine learning, pencarian dengan rujukan, serta pemisahan analisis dari kewenangan transaksi.

MARI TERHUBUNG

Mari bangun sesuatu yang berarti.

Diskusikan proyek